Home Rawat Aneka ragam bonsai di Nursery

Aneka ragam bonsai di Nursery

19
0

Di Nursery ini aneka ragam bonsai dapat Penataannya disesualkan dengan suasana alam. disaksikan. Ada yang berupa bibit dari setek, masih ditancapkan di tanah. Ada juga yang telah “jadi” karena sudah ditraining bertahun tahun. Jenis tanaman dan ukurannya pun bermacam macam. Ada mame bonsai jenis azalea yang tingginya tidak lebih 15 cm, ada pula yang tingginya sekitar 2 meter.

Aneka gaya, jenis dan ukuran bonsai dapat Anda saksikan di Gariand Nursery. Penataan yang menarik serta hawa sejuk, menunjang keasyikan menatap bonsai bonsai yang dipajang.

Nursery ini terletakidi Pasir Madin, Desa Cisarua, Cibulan, Kabupaten Bogor. Daerah yang berhawa sejuk ini terle tak di kaki bukit, satu kilometer arah kiri Pa sar Cisarua Indah. Untuk mencapainya, Anda dapat memakai mobil atau ojek yang tersedia dekat Pasar Cisarua Indah.

 

Semula hanya hobbi

Pemimpin Nursery, Drs. Andang Purnawarman, menjelaskan, bahwa pemiliknya, (Gani Djemat), membuat tempat itu sebagai ungkapan kesenangannya akan Seni Bonsai. Pada mulanya hanya kecil kecilan. Karena banyak peminat yang mengunjungi dan me nyenangi, timbul ide untuk memperbesar se kaligus menjadikannya usaha. Tahun 1973 dibuatlah Gariand Nursery. Kini luasnya mencapai 5 Ha dengan jumlah bonsai lebih 100 ribu. Dari jumlah itu, 90 persen di antaranya dijual. Selebihnya merupakan koleksi Gani Djemat, Ketua PPBI periode 1990 1993.

Beraneka ragam

Selain bahan bonsai yang dibibitkan sen diri, Gariand juga mendatangkan bahan dari berbagai pelosok Nusantara. Misalnya ada Beringin dari Sumatera, sehingga disebut be ringin Sumatera. Namun ada juga bakalan bonsa i yang diperoleh dari Singapura. Mi salnya Black pine yang merupakan bahan bonsai yang sudah merakyat di Jepang. Ba lwlan bonsai ini dibentuk dalam berbagai gaya, tegak, miring, menggantung, setengah menggantung, tumbuh berkelompok, dipahat dan tumbuh di atas batu.

Ditata menarik

Bonsai bonsai yang telah “jadi” sebagian ditempatkan di bawah atap kaca dan sebagian berada di alam terbuka. Seluruhnya diletakkan di atas pilar beton yang diatur berderetderet dipisahkan jalanan kecil yang disemen.

Selain bonsai, kita dapat pula menikmati koleksi tanaman hias Gani Djemat. Di salah satu rumah kaca, ada beberapa tanaman hias seperti Nolina, Palem, Philodendron dan banyak lagi lainnya.

Harga bonsai yang dijual dapat dilihat pada label kuning yang tergantung di setiap tanaman. Harganya bervariasi antara Rp 25.000,00 untuk mame bonsai yang ma3ih baru hingga Rp 7 juta untuk bonsai Pinus yang telah ditraining beberapa tahun. Bonsai berlabel merah merupakan koleksi Gani Djemat dan tidak diperjual belikan.

Para pemula yang berminat dapat pula bertanya masalah bonsai pada karyawan Gariand. Mungkin saja kunjungan Anda itu merupakan awal kecintaan di bidang bonsai.

Kiat Mengkilapkan Tanaman “Indoor”

Ruangan akan terasa lebih indah dan sejuk dengan hadirnya tanaman. Selain keindahan serta kondisi yang prima, penampilan tanaman juga ditentukan pula faktor lain seperti kebersihan dan mengkilapnya daun. Untuk itu ada beberapa cara yang bisa kita lakukan.

Ada berbagai merek produk untuk membuat daun tanaman tampak mengkilap (leaf shine), misalnya Paral, Hor tico, dan lain lain yang mudah didapatkan di pasar swalayan. “Penggunaan leat shine me mang praktis, hanya biayanya lebih mahal,” ungkap Ny. Soeroyo. Cara tradisional pun ada, yaitu dengan menggunakan susu. “Hasilnya pun tak kalah, daun tampak mengkilap dan biayanya lebih murah,” ungkap hobiis yang mengaku meneruskan cara ini dari ibunya. Pendapat senada ten tang penggunaan susu juga diungkapkan oleh Slamet N. dari Bandung.

Bagaimana caranya?

Bahan pengkilap apa pun yang akan dipilih, pada tahap awal yang perlu dilakukan adalah menentukan tanaman yang akan digunakan sebagai penghias ruangan. Sebaiknya dipilih tanaman indoor yang kondisinya prima, dan berpenampilan menarik. Selanjutnya tanaman itu dibersihkan dengan melap daun daunnya dengan air. Selanjutnya biarkan sampai daun itu tak basah lagi.

Bila yang digunakan leaf shine seperti paral atau Horticon, cukup disemprotkan pada permukaan daun. Penyemprotan jangan berlebihan dan terlalu dekat. Penggunaan leaf shine yang terlalu banyak, apalagi bila dilakukan terlalu sering, bisa menyebabkan pinggir daun menggulung, sehingga jelek penampilannya. “Saya hanya melakukan sebulan sekali, ketika tanaman akan dipajang,” kata Ny. Soeroyo menambahkan.

Bila menggunakan susu, bisa berupa susu murni atau susu bubuk yang dilarutkan dalam air. Yang penting tidak menggunakan susu manis, karena bisa mendatangkan se mut. Cara penggunaannya pun mudah. Susu murni atau susu bubuk yang telah dilarutkan air dioleskan pada daun dengan kapas bersih. Cara ini perlu kesabaran dan waktu lebih lama karena daun mesti dioles susu satu per satu. Namun menurut pengalaman Ny. Soeroyo, tanaman yang daunnya dioles susu pertumbuhannya malah lebih baik.

Lain halnya kesulitan yang dihadapi Undi, pedagang pengumpul di Pangalengan. Untuk memenuhi kebutuhan pasar Cibitung sebanyak 3 truk per hari (1 truk = 5 ton), ia harus mencari sampai ke Garut.

Kekurangan ini semakin terasa karena harus bersaing dengan volume ekspor yang terus meningkat 1,5 kali setiap tahunnya (lihat tabel 1). Lebih lebih jumlah eksportir terus bertambah dengan volume dan jumlah negara tujuan yang terus meningkat pula. PT Trans Pacific misalnya, eksportir kentang se jak 1988, setiap bulan mengekspor 200 ton ke Singapura. Dan menurut Liy Ay Yen jum lah ini belum termasuk permintaan beberapa negara yang ditolak karena tidak ada kese suaian harga dan jarak angkut yang terlalu jauh. Di tahun 1990, dua eksportir yang tidak kecil pun muncul di Cirebon. Menurut staf pemasaran CV Asia & Co Hanum Mucu nang, setiap minggu perusahaan itu meng ekspor 48 ton. Dan ini menurut Hanum, juga belum terhitung permintaan yang ditolak dari Taiwan karena tidak ada kecocokan harga.

Eksportir dari Cirebon yang juga besar ialah PD Gloria yang tiap 2 hari mengirim 2 kontainer (20 ton). “Malah pada saat permintaan tinggi, bisa 4 kontainer,” kata Agusman, Direktur Perusahaan ekspor itu.

Cara mana pun yang dipilih tergantung pada kemauan dan kemampuan kita sendiri. Yang jelas tanaman indoor akan tampil dengan daun yang cemerlang bila diperlakukan demikian. Tiap perlakuan memiliki kelebihan tersendiri. Tapi sebaiknya cara ini tidak dilakukan pada tanaman yang daunnya berbulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here