Home Rawat Daya tumbuh albisia dari persemaian lebih tinggi menggunakan serbuk gergaji

Daya tumbuh albisia dari persemaian lebih tinggi menggunakan serbuk gergaji

30
0

Daya tumbuh albisia dari persemaian lebih tinggi menggunakan serbuk gergaji daripada yang di media tanah. Itu ter-jadi karena tekstur serbuk lebih lunak sehingga pertumbuhan akar di situ lebih merata.

Serbuk gergaji kini bukan lagi iirnbah tak berguna. Aibisia yang disemaikan dengan media serbuk gergaji tumbui 27 kaii lebih cepat daripada semaian di media tanah. Pertumbuhan bibit di lapangan pun empat kali iebih cepat, ftulah nasH penelitian Yahya Fakuara dari Kehutanan IPB.

Selain itu, “Menghemat waktu dan biaya,” kata Yahya, Pembantu Dekan I Fakultas Kehutanan. Menurutnya, untuk mencapai tinggi 30 cm biasanya tanaman kehutanan perlu waktu 4-6 bulan. Dengan serbuk gergaji, waktu yang dibutuhkan hanya 2-3 bulan. Dengan sendirinya hal ini mengurangi biaya perawatan. Belum lagi kalau dihitung biaya pupuk. “Media ini tidak perlu pupuk karena ada unsur hara yang sudah disaring oleh kayu. Kita tinggal merombaknya dengan mikroorganisme,” papar Yahya.

 

berpikir, mengapa harus memakai gambut, padahal masih banyak limbah yang bisa di-manfaatkan,” cerita Yahya, “Contohnya ser-buk gergaji yang jumlahnya lebih dari 2,5 juta m3.”

Selain itu mutu gaplek yang dihasilkan petani Lampung masih rendah. Kadar airnya rata-rata di atas lima belas persen, sedang yang dikehendaki adalah 8-12 persen.

Kendala lain menurut Sujatmiko dari ASPEMTI, tidak adanya pelabuhan yang besar untuk gaplek. Di Lampung saja pelabuhan yang bisa digunakan adalah Pelabuhan Panjang. Padahal di sini tidak hanya satu macam komoditi yang dikapalkan. Jadi tidak jarang kapal pengimpor sudah datang, pelabuhan penuh sehingga kapal tidak dapat masuk. Kapasitas angkutnya juga kecil. Pelabuhan kita hanya bisa mengangkut 30.000 ton sekali angkut sedang Thailand bisa sampai 100.000 ton.

“Saya rasa jika kendala ini bisa dibenahi, banyak importir yang akan berpaling ke Indonesia dan ekspor gaplek kita akan punya harapan cerah,” ungkap direktur PT. Indopell Raya sambil tersenyum. Apalagi jika pemerintah bisa mengusahakan kuota kita ditambah jumlahnya.

Lain lagi cara pembayaran untuk tingkat grosir atau pengecer, mereka melakukan pembayaran pada pengumpul saat penerimaan barang minggu berikutnya. Cara ini terpaksa dilakukan agar pengiriman buah dapat berlangsung terus. Dan untungnya, ini terjadi di tingkat yang lebih tinggi. Jika terjadi di tingkat petani, tentunya akan merugikan semua pihak dan bisa menghambat kelancaran jalur perdagangan. Karena, uang yang diterima petani menjadi lebih lama, akibatnya menghambat petani untuk me-langsungkan perdagangan ini.

Setora nitens yang terinfeksi, tubuhnya mengkerut. Virus yang termakan berkembang dalam usus ulat api dan kemudian merusaknya. Ulat akan mati dalam waktu 3-4 hari setelah ter-infeksi. Gejalanya padd Setothosea asigna antara lain ulat mulai tidak aktif, warnanya pudar, mengembang dan pecah. Keluar cai-ran berwarna susu sehingga disebut juga pe-nyakit susu (milky disease).

Pada Setora nitens, ulat yang terinfeksi mengkerut. Warna biru di punggung menghi-lang dan berubah menjadi cokelat muda. Akhirnya larva melembek dan mengeluarkan cairan cokelat. Sedangkan pada Darna Trima larva langsung berhenti makan. Tubuh lem lembek dan akhirnya pecah mengeluarkan cairan susu kecokelatan.

Dalam penelitiannya ia mencampur serbuk gergaji dengan.jamur Trichoderma. Tu-juannya agar mikroorganisme ini merombak unsur hara yang ada di serbuk sehingga bisa langsung dimanfaatkan oleh tanaman. Kemudian permukaan media ditutup plastik yang dilubangi. Setelah dua minggu berlalu, barulah media itu siap dipakai. Agar pertumbuhan bibit lebih bagus, media juga bisa ditambah mikoriza yang dapat meningkatkan kemampuan akar mengambil fosfor dari dalam tanah. “Semua jenis serbuk bisa dipakai sebagai media tumbuh. Tapi yang paling bagus tanamannya sejenis dengan tanaman yang serbuk gergajinya dijadikan media,” ujar Yahya. Buktinya ya itu tadi, albisia yang disemai di serbuk gergaji kayu albisia dapat tumbuh dengan pesat.

Penelitian ini sudah sampai tahap per-cobaan di lapangan. Hasilnya, pertumbuhan di lapangan lebih bagus dibandingkan dengan pemakaian media semai tanah. Sayangnya, bila serbuk gergaji itu belum terurai seluruhnya, penanaman bibit di lapangan bisa mengundang rayap. “Kami sedang melanjutkan penelitian untuk menahan serangan rayap. Kami melihat ada bahan lain yang bisa mencegahnya,” sang peneliti menegaskan.

Kendala rayap ini memang masih men-jadi hambatan untuk memanfaatkan serbuk gergaji secara besar-besaran. Jika sudah berhasil diatasi, pemakaian serbuk gergaji untuk media semai tanaman kehutanan menjadi salah satu pilihan pemanfaatan limbah.

Ide meneliti pemanfaatan limbah serbuk gergaji muncul ketika Yahya mengikuti se-minar pemakaian gambut untuk media tumbuh tanaman kehutanan. “Waktu itu saya

Pemakaian serbuk gergaji merangsang pertumbuhan bibit albista.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here