Home Rawat Hibiscus Pendatang baru dengan Merah membara

Hibiscus Pendatang baru dengan Merah membara

21
0

Daunnya merah membara. Pendatang baru ini bernama Hibiscus rosa sinensis “Cooperi” . Sukasdi, seorang penangkar dan kolekor tanaman hias di dae rah Bogor pertama melihat tanaman ini di Bangkok kira kira 5 tahun yang lalu. Menurut pengamatannya, jenis tanaman ini lain dari jenis kembang sepatu yang ada di Indonesia. Maka ia pun tertarik untuk membelinya.

Ada Hibiscus baru dari Bangkok. Berbeda dari jenis yang telah kita kenal, Hibiscus ini berdaun merah. Karena daunnya itulah kehadirannya tampak mencolok. Tak heran bila sekarang mulai populer digunakan sebagai tanaman pot.

Hibiscus atau yang lebih dikenal sebagai “Kembang Sepatu” pernah begitu populer beberapa tahun yang silam. Saat itu kepopulerannya ditunjang oleh datangnya berbagai jenis hibrida dengan bunganya yang warna warni dan berukuran jauh lebih besar dari Kembang Sepatu lokal yang telah kita kenal. Beberapa waktu kemudian mulai populer juga jenis Hibiscus yang daunnya variegata, perpaduan antara hijau dan kuning muda.

 

Anggota famili Malvaceae ini memang cukup unik, beda dari jenis Kembang Sepatu biasa. Yang lebih menonjol malah daunnya yang berwarna merah dan bukan bunganya. Warna merah pada daunnya pun tidak merata mirip yang variegata. Dalam satu daun sebagian berwarna merah tua, sebagian lagi berwarna merah darah. Pada beberapa daun yang agak terlindung, dalam satu daun bisa terdapat 2 3 warna. Ada yang terdiri dari paduan warna hijau cerah dan krem, tapi ada juga yang tiga warna, yaitu hijau cerah, krem, dan pink.

Senang bermandikan cahaya matahari

Seperti jenis Hibiscus rosa sinensis lainnya, jenis ini pun menginginkan tempat yang mendapatkan cahaya matahari secara penuh. Agar warna daunnya tetap merah menyala, jangan sekali kali menanam jenis tanaman ini di tempat yang teduh atau agak terlindung, sebab daunnya menjadi pucat dan lebih banyak berwarna hijau dengan bercak bercak warna krem pucat.

Tanaman pot

Sebenarnya selain daunnya yang berwarna merah tua bunganya pun juga hadir dengan warna merah menyala. Tumbuhnya agak menggantung. Diameternya 6 6.5 cm, jauh lebih kecil daripada yang hibrida. Tangkai sarinya panjang dan muncul dari bagian tengah bunga dengan benang sari kuning menyala di ujungnya.

Hibiscus baru ini banyak ditanam dalam pot. Penampilannya akan makin menonjol bila dipadukan dengan pot pot yang berwarna cerah, pot plastik berwarna putih misalnya. Tak hanya itu saja, tanaman ini pun ideal untuk digunakan sebagai tanaman penghias pagar.

Hibiscus bangkok, selain cantik bila digunakan sebagai tanaman pagar, ternyata juga bisa dipelihara sebagai tanaman pot.

Tapi untuk mendapatkan bentuk tanaman yang indah serta kondisi yang prima diperlukan perawatan yang tepat.

Menanamnya

Setelah menentukan pot yang akan di gunakan, selanjutnya bisa dilakukan pena naman. Jangan lupa untuk memberi pecahan genting di bagian dasar pot agar didapat drainase yang baik. Di atasnya barulah ditambahkan campuran media yang telah dipersiapkan kira kira sepertiga tinggi pot. Selanjutnya bibit hibiscus bangkok kita tanamkan. Seterusnya kita tinggal menambahkan tanah di atasnya sambil menekan nekan daerah sekitar pangkal batang agar berdirinya tanaman cukup kuat.

Repotting

Karena hibiscus yang ditanam dalam pot medianya terbatas, untuk mendapatkan pertumbuhan yang prima, media yang ada harus diganti secara kontinu. Maksudnya agar tanaman tetap mendapatkan suplai hara yang diperlukan untuk pertumbuhannya. Karena itu sebaiknya setahun sekali hibiscus dalam pot mesti di repotting. Dalam repotting ini media tanam diganti dengan media baru dengan komposisi campuran seperti di atas. Bila wadah yang lama dirasakan terlalu kecil maka penggantian wadah baru pun mesti dilakukan.

Tidak rewel

Hibiscus memang dikenal sebagai tanaman yang tak manja. Perawatannya cukup dengan penyiraman sehari sekali saat musim kemarau. Pada musim hujan penyiraman baru dilakukan bila medianya terlihat agak kering.

Musuhnya pun tak banyak. Yang kadang mengganggu adalah hadirnya ulat dan belalang. Untuk mencegah dan menanggulanginya, tanaman bisa disemprot insektisida 1 2 bulan sekali tergantung kondisinya. Agar penampilannya dalam pot senantiasa menarik, jangan lupa melakukan pemangkasan secara teratur.

Secara ilmiah, marga Areca disebut pinang, tetapi di kalangan awam, jenis jenis dari marga ini sering disebut “palem” saja. Keistimewaan “palem” berpucuk merah ini ialah susunan daunnya yang rapat dan kompak serta variasi warnanya. Cukup unik bahwa pucuk daun yang baru muncul berwarna merah tua, kemudian berangsur angsur menjadi hijau kekuningan, dan setelah cukup tua akan berubah lagi menjadi hijau pekat. Ia diduga dari marga Areca, tapi belum jelas nama speciesnya.

Menurut pemiliknya, Leo Haryanto dari Tropica Nur sery, “palem” ini diperolehnya setahun yang lalu di Irian Jaya dekat perbatasan Papua Nugini. Menurut pengalamannya, “palem” ini tumbuh baik di dataran rendah dengan kete duhan 40 %.

Bila ingin menanam hibiscus bangkok dalam pot, media tanamnya mesti dipersiapkan terlebih dahulu. Menurut pengalaman Sukasdi, kolektor dan penangkar tanaman hias di Bogor, media tanam biasa yang digunakan berupa campuran tanah, pasir, humus, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 2 : 1 : 1. Agar lebih menarik seb‘aiknya digunakan pot dari bahan apa saja asal warnanya kontras.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here