Home Sayur Kadaka Jack Hamzah yang juga bisa dikonsumsi

Kadaka Jack Hamzah yang juga bisa dikonsumsi

22
0

Kadaka indah ini diperoleh Jack Hamzah tahun 1987 dari sebuah nursery di New South Wales, Australia. Bentuknya yang unik, lain dari kadaka biasa, menarik perhatiannya untuk membawanya ke Indonesia. Agar tidak merepotkan dan bisa menghemat biaya, ia memilih kadaka yang masih kecil dalam pot. Setelah di Indonesia, ternyata kadaka itu dapat tumbuh dengan baik. Bahkan ia pernah membiakkannya dan berhasil. Beberapa penggemar pakis pakisan telah memiliki kadaka ini.

Paku sarang burung, yang juga disebut Kadaka, Asplenium nidus, sudah kita kenal keindahan daunnya. Namun ada kadaka dari Australia yang selain daunnya indah, ujungnya juga bercabang dan terpuntir hingga tampak lebih cantik.

Sosok kadaka ini sangat indah dan menarik. Dari bonggol sampai pertengahan daun, bentuknya masih sama dengan kadaka biasa. Namun dari pertengaban daun hingga ujungnya, daya tariknya segera tampak. Di bagian tengah, daun mulai terbelah. Masing masing bagian kemudian membelah dan membelah lagi. Menariknya lagi ada bagian yang terpilin. Tepi daun yang tidak terpilin meliuk liuk serta berbingkai warna kuning, membuat kadaka ini sangat indah. Selain itu semua daun mempunyai liuk yang berbeda beda.

“Sebenarnya ada beberapa pakis pakisan yang oleh masyarakat disebut kadaka”, demikian dikemukakan Jack Hamzah ketika ditemui di kediamannya di Tapos, Bogor. Kadaka itu adalah Asplenium, Platycerium dan Polypodium. Sedang Kadaka yang dibi carakan di sini adalah Asplentum nidus yang didatangkan dari Australia. Sementara ini di sebut Kadaka Australia.

 

Perawatannya mudah

Kadaka merupakan jenis pakis yang tidak ‘rewel’. Sebagai tanaman epifit, meskipun tidak 100 persen, ia tidak membutuhkan unsur hara yang banyak. Namun demikian pertumbuhan yang paling baik terjadi bila ia ditanam pada media campuran yang seimbang dari akar paku sarang burung, (spagnum mos), tanah dan pasir. Tetapi bila disemaikan dari spora, media yang paling cocok adalah campuran tiga bagian hancuran akar paku sarang burung dan satu bagian pasir.

Kebutuhan cahaya yang diinginkannya, menurut Jack Hamzah, tergantung kebiasaan yang kita lakukan pada kadaka itu sendiri. Bila dibiasakan di tempat yang banyak sinar mataharinya, maka pertumbuhannya akan jelek bila ditempatkan di tempat yang sinar ma taharinya sedikit. Demikian pula bila kita membiasakannya ternaungi, maka ketika ia ditempatkan di tempat yang sinar mataharinya banyak, daunnya akan segera terbakar. Namun secara umum kadaka memerlukan tempat yang lembap, tapi bukan dingin.

Bila suatu saat daun kadaka mengering da n seolah mati, jangan buang dulu sebelum memeriksa bonggolnya. Kalau belum membusuk, kadaka itu akan segera tumbuh kembali. Syaratnya penyiraman jangan berlebihan. Bila kondisi yang kurang baik telah lewat, ia segera memunculkan tunas baru kembali.

Mewarnai Anggrek, Alternatif Memperbaiki Harga
Pemberian warna buatan pada anggrek, selain membuat penampilan bunga jadi indah juga dapat menciptakan warna yang tak lazim pada warna asli anggrek. Di Thailand cara ini dapat mengatrol harga.

yunan Orchid Nursery milik Ah Hwai di Bangkok, Thailand. Mengusahakan Dendrobium, Vanda, serta Cattleya sebagai bunga potong. Ketika Subhur berkunjung ke sana, bertepatan saat pemetikan bunga yang biasanya berlangsung 2 kali seminggu. Bunga bunga itu diikat dan ditimbang masing masing 600 gr atau sekitar 100 kuntum.

Warna buatan

Di samping Dendrobium dengan berba gai warna, Subhur menyaksikan ada yang warnanya “lain dari yang lain”. Sambil ter senyum Ah Hwai menerangkan bahwa itu adalah anggrek yang diberi warna buatan. “Cara ini biasa saya lakukan bila harga Dendrobium sedang jatuh pada titik terendah seperti saat ini,” katanya menerangkan.

Rupanya di Thailand harga Dendrobium sangat ditentukan oleh waktu. Bulan bulan November Februari harga Dendrobium biasanya berkisar pada 20 baht (Rp 1.500,00) per ikat. Namun harga itu akan melambung hingga 40 50 baht pada bulan Maret hingga Mei. Pada bulan Juni—Juli harga biasanya akan kembali pada 20 baht Iagi. Yang paling menyedihkan adalah bulan Agustus dan Sep tember saat suplai Dendrobium ke pasar de mikian melimpah. Akibatnya tak pelak lagi. Harga pun terbanting jatuh sampai pada 5 baht (Rp 375,00) per ikat.

Sebelum dicelupkan pada pewarna, anggrek dibiarkan selama ± 3 jam. Menurut Ah Hwai, biasanya ia melaku kan pengaturan budidaya agar panen raya jatuh pada saat harga anggrek bagus. Tapi bila pada bulan harga jatuh tetap ada dendrobium yang mesti dipanen, maka pewarnaan buatan pada anggrek merupakan salah satu alternatif yang bisa diambil untuk mengatrol harga.

Anggrek yang diwarnai secara buatan ini ternyata laku keras di pasaran. “Barangkali karena menyukai warna yang “lain” dari yang biasa ditemui,” kata Ah Hwai sambil mengajak Subhur untuk melihat teknik pe warnaan yang dilakukannya. Pewarna yang digunakan adalah pewarna untuk makanan. Menurutnya tidak baik menggunakan pe warna tekstil. Meski pewarna tekstil lebih murah tapi bunga akan cepat mengalami ke rontokan.

Agak dilayukan dulu

Anggrek yang akan diwarnani, dibiarkan selama 3 jam agar agak melemas. Mak sudnya agar saat tangkainya dicelup ke larutan pewarna, daya serapnya cukup tinggi. Ini dimungkinkan bila terjadi perbedaan tekanan turgor di tangkai bunga dan di larutan pewarna. Dengan kondisi itu maka larutan pewarna akan lebih cepat diserap bunga.

Selama ini dia baru mencoba jenis Dendrobium. Anggrek yang diwarnai bisa yang satu warna seperti Bangkok White yang putih polos, bisa juga yang warnanya dua macam seperti Dendrobium Sonia. Pewarna yang digunakan pun bisa bermacam macam, antara lain kuning, merah, hijau, dan biru.

Bila Dendrobium warna asli tahan se lama 2 minggu, yang diberi warna ini hanya kuat selama 1 minggu saja. “Tapi konsumen biasanya tidak mempersoalkan daya tahan nya yang berkurang meskipun harga bunga yang semula hanya 5 baht per ikat itu men jadi dua kali lipat.”

Cara yang lazim dilakukan adalah dengan merendam pangkal batang kadaka ke dalam larutan pewarna selama kira kira 2 jam. Untuk praktisnya biasanya tiap 15 batang anggrek dicelupkan pada kantung plastik yang berisi larutan pewarna. Agar tidak tumpah, pada pangkal tangkai bunga diikatkan karet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here